Sejarah Sepeda Motor Honda

Honda berdiri pada akhir 1940an, ketika Jepang masih berupaya membangun negaranya kembali setelah Perang Dunia ke-2. Soichiro Honda, founder perusahaan ini sebelumnya memiliki pabrik pembuatan piston ring, sebelum kemudian memfokuskan perhatiannya pada sepeda motor berharga murah. Soichiro Honda selalu memiliki passion dalam bidang engineering, membuatnya sukses membuat motor best seller di tahun 1960an dan berkompetisi di kejuaraan balap motor kelas dunia. Saat ini Honda telah menjadi raksasa otomotif dunia, menawarkan mesin motor juara dalam berbagai kategori. Bagaimana napak tilas Honda sebelum jadi seperti sekarang? Kisahnya dapat Sobat Honda simak dalam rincian berikut.

MA_Soichiro-Honda

1906: Soichiro Honda lahir di Hamamatsu, Jepang. Ayahnya adalah seorang pandai besi yang juga memiliki bengkel sepeda. Soichiro Honda muda pun menunjukkan kesukaan pada dunia mesin dengan bergabung bersama bengkel otomotif yang cukup tenar di Tokyo.

1928: Soichiro kembali ke Hamamatsu untuk membuka bengkel perbaikannya sendiri. Karena tergila-gila pada kecepatan, Honda pun membangun mobil balapnya sendiri.

1936: Soichiro mengalami kecelakaan saat mengikuti balap mobil dan terluka.

1937: Soichiro membangun pabrik piston ring miliknya sendiri. Dia berjuang keras mendirikan pabrik ini. Untuk belajar mengenai teknik pembuatan piston ring, Honda memutuskan untuk melanjutkan pendidikan yang dulu ditinggalkannya saat berusia 15 tahun. Pabriknya menjadi salah satu supplier utama piston ring Toyota yang saat itu juga mulai membangun pabrik mobil.

1946: Soichiro menjual pabrik piston ring-nya. Jepang saat itu sedang berjuang memulihkan dirinya setelah serang bom di Perang Dunia ke-2. Pada periode itu, Honda sadar bahwa masyarakat membutuhkan alat transportasi yang dapat diandalkan. Dari situ Honda merakit sepeda dengan mesin 2-tak yang diambilnya dari mesin pemancar radio bekas.

1948: Honda Motor Co. Ltd terbentuk. Soichiro Honda berfokus pada pembuatan mesin motor, sedangkan Takeo Fujisawa, kawannya, berfokus pada operasi keuangan.

1949: Honda Motor Co. Ltd memproduksi motor pertamanya yang dibekali mesin 2-tak berkapasitas 98 cc. Ketika seorang pekerja melihat motor itu selesai dirakit dan dipakai untuk pertama kali diluar pabrik, pekerja itu mengatakan, “It’s like a dream”. Akhirnya nama “Dream” diambil untuk menamakan motor ini, yang secara resmi dikenal sebagai Model D.

1951: Soichiro merasa terganggu dengan suara dan bau yang ditimbulkan mesin motor 2-tak yang memenuhi jalanan di kota-kota Jepang kala itu. Perusahaan kemudian membuat Dream E, motor 4-tak pertamanya yang berkapasitas mesin 146 cc.

1952: Mengabaikan fakta bahwa dia tidak menyukai mesin “primitif” yang ada pada motornya, Soichiro mengembangkan mesin motor untuk sepeda. Seri Cub F dengan mesin 2-tak berkapasitas 50 cc terjual ke ribuan toko sepeda di Jepang, membuat Cub menjadi trademark dan bertahan hingga kini meski telah melewati beberapa dekade.

1953: Motor dengan mesin 4-tak berkapasitas 90 cc, Benly J, dirilis Honda. Motor seri Benly bertahan cukup lama dan terus mengalami perbaikan. Motor ini juga sempat populer di kalangan pembalap amatir Jepang.

1954: Soichiro berusaha untuk kembali mewujudkan mimpi lamanya, memenangkan kejuaraan balap sepeda motor. Untuk itu, Soichiro bergabung sebagai peneliti di balapan Isle of Man dan menaruh perhatiannya pada motor NSU buatan Jerman yang mendominasi kelas 125 dan 250 cc.

1957: MV Agusta, Gilera, dan Mondial, pabrikan terkemuka Italia, menyatakan pengunduran diri mereka dari kejuaraan dunia balap motor. Honda kemudian membeli satu motor balap terakhir milik Mondial, menjadikannya sumber inspirasi dan contoh untuk menemukan standar yang harus mereka capai untuk membuat motor balap.

1958: The Super Cub (yang juga dikenal sebagai C100, CA100, dan Honda 50) laris di pasaran. Motor ini seperi ditakdirkan untuk laku keras dipasaran meski terus berganti nama. Mesin yang diadopsinya pun terus meningkat, dari 500 cc menjadi 70 cc, dan akhirnya jadi 90 cc. Super Cub kini jadi kendaraan bermotor paling populer sepanjang masa.

1959: Honda memasuki balapan Isle of Man TT untuk pertama kalinya. Perusahaan ini mendaratkan lima mesin pada kelas 125cc. Naomi Tanaguchi meraih hasil terbaik dengan finisih di urutan ke-6. Honda juga memenangkan trofi pabrikan terbaik pada kelas tersebut. DI tahun ini pula, American Honda Motor Co. didirikan di Los Angeles, Amerika Serikat.

1961: Honda mendominasi kelas 125cc dan 250cc di TT. Mike Hailwood memenangkan kedua balapan, membuat Honda finish di urutan pertama.

1963: Tahun ini, Honda fokus pada balap mobil F1, membuat program balap motor merana. Meski begitu, penjualan motor tetap stabil, terutama setelah Super Cub memeroleh banyak prestasi dan penghargaan di berbagai negara, baik sebagai sepeda motor terbaik maupun sebagai produk dengan promosi terbaik.

1964: Motor 2-tak mulai mendominasi balap motor di kelas menengah. Untuk tetap kompetitif di kelas 250cc, dengan tetap bertahan pada motor 4-tak, Honda memproduksi mesin 3RC164 dengan enam silinder. Mesin ini membuat Honda tampil memukau, tapi tak cukup untuk menjuarai seri tersebut.

1968: 19 tahun setelah motor keluaran pertamanya dirilis, Honda telah memproduksi lebih dari 10 juta motor.

1969: Honda merilis CB750 di Tokyo Motor Show dan laris di pasaran pada awal 1969. Motor ini banyak digunakan pada sand-cast.

1970: Honda mendaftarkan empat pembalap untuk mengikuti Daytona 200, tapi hanya Dick Mann seorang yang mampu menyelesaikan balapan dengan kemenangan. Itu adalah kemenangan besar Honda di Amerika. Di tahun ini, Honda mendirikan Honda Racing Service Center dan secara resmi mengeluarkan CB750 Racing Type.

1972: Untuk tetap kompetitif di kelas 250cc, Honda akhirnya membuat motor dengan mesin 2-tak lagi. CB250R “Elsinore” adalah hasilnya. Motor ini menjadi motor balap terefektif di kelasnya, membuat Gary Jones memenangkan AMA Motorcross Championship di tahun pertama balapannya.

1973: Soichiro mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden. Dia tetap berada di jajaran direktur, dan mendapatkan titelnya sebagai Supreme Advisor pada tahun 1983.

1974: Seri motor Gold Wing, GL1000, diluncurkan pertama kali. Motor ini adalah motor 4-tak pertama dengan teknologi water-cooled dan pompa bahan bakar.

1978: Dalam upaya membuat sebuah motor 4-tak yang kompetitif di World Championship kelas 500GP, Honda mulai memproduksi oval-piston NR500. Motor ini digunakan pada musim 1981, tapi belum cukup untuk membuat Honda memenangkan kejuaraan.

1981: Produksi motor Honda Gold Wing berpindah dari Jepang menuju pabrik baru di Ohio.

1983: Untuk pertama kalinya, Honda memenangkan kejuaraan dunia kelas 500cc melalui Freddie Spencer. Meski ini bukan kemenangan Honda sebagai pabrikan yang pertama, prestasi ini cukup menggembirakan.

1987: CBR600F Hurricane, motor full fairing pertama Honda resmi diluncurkan. Motor ini dibekali empat silinder.

1991: Perusahaan berduka atas kematian Soichiro Honda.

1992: 200 unit motor legendaris NR750 diproduksi. Motor ini dijual dengan harga fantastis, mencapai 60 ribu dolar.

1993: CBR900R membuat dunia sportbike takjub dengan kehadirannya. Didesain oleh Tadao Baba, “Fireblade” mengombinasikan kekuatan layaknya motor open-class tapi dengan berat dan grip layaknya motor 600cc.

2001: Valentino Rossi memenangkan kejuaraan balap motor dunia kelas 500cc dengan NSR500 bermesin 2-tak. Dia menjadi pembalap terkahir yang memenangkan balapan dengan mesin tersebut.

2002: Semua berubah, namun Rossi tetap mampu memenangkan MotoGP dengan motor RC211V kelas 990cc, 5-silinder, dan 4-tak.

2004: Honda membuat prototipe motor bertenaga sel surya.

2006: 50 juta Super Cup terjual, membuatnya jadi motor terlaris di dunia.

2007: Honda menjadi pabrikan pertama yang menawarkan sepeda motor dengan perlindungan air bag.

2011: Untuk mengejar segmen pengendara pemula, CBR250R diciptakan. Dilengkapi mesin 249cc dengan satu silinder, CBR yang diproduksi dari Thailand laku keras dan terjual ke seluruh dunia.

Leave A Comment