Mengerem Yang Benar  Cara mengerem adalah salah satu faktor kunci untuk keamanan berkendara. Kolaborasi yang baik dalam penggunaan rem depan dan rem belakang yang ada pada sepeda motor penting untuk diperhatikan. Itulah yang Mohammad Sutanto, Koordinator Workshop Bengkel AHASS di MPM Simpang Dukuh Surabaya katakan saat membahas safety riding.

Pengendara sepeda motor di Indonesia kebanyakan hanya menggunakan salah satu rem saja, yakni rem belakang. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa mengerem dengan rem depan itu berbahaya dan bisa membuat mereka terjungkal kedepan.

Pandangan itu memang tidak sepenuhnya salah. Mengerem dengan menggunakan rem depan saja, terutama saat kecepatan berkendara sedang tinggi, dapat membuat pengendara terjungkal kedepan. Hal ini dikarenakan daya cengkeram rem cakram pada rem depan yang jauh lebih kuat dibanding rem belakang. Namun, hanya menggunakan rem belakang saja saat melakukan pengereman juga bukan pilihan bijak.

Potensi selip pada roda belakang juga besar apabila pengereman mendadak hanya menggunakan rem belakang saja.

Tatok menambahkan, dalam aturan safety riding, idealnya pengereman merupakan gabungan dari 60% tenaga rem depan dan 40% rem belakang. Dengan begitu, resiko pengendara terjungkal ataupun ban selip dapat terminimalisir. Meski begitu, mengubah perilaku masyarakat yang sudah mendarah daging tidaklah mudah. Karena itulah Honda menghadirkan smart technology Combi Brake System (CBS) pada motor-motor yang dikeluarkannya. Teknologi ini membuat rem depan beroperasi otomatis ketika tuas rem belakang ditarik, begitupun sebaliknya. Keseimbangan pengereman rem depan dan rem belakang pun dapat diraih secara optimal. (DNA)

Baca Juga

One Comment

  1. arwan datau-Reply
    August 7, 2016 at 12:17 am

    Pandangan itu memang tidak sepenuhnya salah. Mengerem dengan menggunakan rem depan saja, terutama saat kecepatan berkendara sedang tinggi, dapat membuat pengendara terjungkal kedepan. Hal ini dikarenakan daya cengkeram rem cakram pada rem depan yang jauh lebih kuat dibanding rem belakang. Namun, hanya menggunakan rem belakang saja saat melakukan pengereman juga bukan pilihan bijak.

    Potensi selip pada roda belakang juga besar apabila pengereman mendadak hanya menggunakan rem belakang saja.
    Tatok menambahkan, dalam aturan safety riding, idealnya pengereman merupakan gabungan dari 60% tenaga rem depan dan 40% rem belakang. Dengan begitu, resiko pengendara terjungkal ataupun ban selip dapat terminimalisir. Meski begitu, mengubah perilaku masyarakat yang sudah mendarah daging tidaklah mudah. Karena itulah Honda menghadirkan smart technology Combi Brake System (CBS) pada motor-motor yang dikeluarkannya. Teknologi ini membuat rem depan beroperasi otomatis ketika tuas rem belakang ditarik, begitupun sebaliknya. Keseimbangan pengereman rem depan dan rem belakang pun dapat diraih secara optimal. (DNA)

Leave A Comment