Modifikasi Motor Dilarang?

Apakah benar modifikasi motor dilarang? Penegakan aturan dan ketentuan modifikasi kendaraan bermotor sempat mengundang keramaian. Pemilik, pehobi dan pelaku industri modifikasi ungkapkan rasa khawatirnya dan lancarkan protes. Memperjelas regulasi dan persoalan ini, kepolisian pun angkat bicara. Aturan modifikasi yang diterapkan bukan berarti kegiatan modifikasi dilarang di bumi Indonesia.

Kami tidak melarang orang memodifikasi, dan undang-undang ini sebenarnya sudah lama. Polisi tidak melarang, cuma menertibkan. Mau memodifikasi silahkan saja. Kalau mau memodifikasi, berubah dari wujud motor aslinya, ya silahkan ganti STNK. Disesuaikan dengan modifikasi yang baru. Motor ataupun mobil yang sudah termodifikasi tadi sudah harus mendapatkan surat izin uji tipe dari dinas perhubungan.

Kompol-Unggul

____
Kombes Pol Unggul Sedyantoro
Analis Kebijakan Korlantas Polri

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aturan yang diberlakukan bukanlah melarang modifikasi tetapi menertibkan. Sebagaimana yang tercantum dalam  undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut aturan itu, modifikasi adalah perubahan tipe berupa dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 juncto Pasal 123 ayat (1) huruf b juncto Pasal 131 huruf (e) PP No 55/2012.

Mereka yang melanggar aturan ini, menurut Pasal 175 ayat (2) huruf a UU, akan diberikan peringatan sebanyak tiga kali dengan jangka waktu masing-masing 30 hari kalender. Setelah peringatan tidak digubris, pelanggar dikenai sanksi administratif berupa denda paling banyak Rp 24.000.000,-.

Leave A Comment