Berkelana 66.000 Km dengan Skuter, Bagaimana Rasanya?

Inspirasi  Saat disuruh membayangkan diri Anda berkelana menyusur kota menggunakan roda dua, kendaraan apa yang akan Anda pilih? Yang terbesit di pikiran tentu motor besar (moge) yang mampu dipacu hingga kecepatan tinggi, atau motor trail untuk melibas jalan berbatu. Hal yang akan dilakukan oleh banyak traveler itu tidak dilakukan oleh Mike Saunders, pria asal Virginia yang memilih untuk menggunakan skuter Honda Ruckus ketika berkeliling Amerika Utara.

Apa Mike bercanda? Menggunakan skuter yang umumnya digunakan untuk melahap jalan perkotaan sebagai tumpangan untuk melibas medan terjal di tepi kota Amerika Utara? Tidak. Mike memilih skuter berkapasitas mesin 49cc dengan kecepatan maksimal 40 km/jam ini untuk menemani perjalanannya dengan pertimbangan matang. Mike menempuh perjalanan sepanjang 66.000 Km (kira-kira 50x perjalanan Surabaya – Jakarta) dengan Honda Ruckus-nya melewati empat titik di Amerika Utara: Key West, Florida; Baja Mexico; Alaska; dan Newfoundland, Kanada. Terdengar gila? Sangat. Tapi toh Mike berhasil melakukannya.

Mengutip dari wawancara Mike bersama CanadaMotoGuide.com, berkendara dengan skuter berkecepatan rata-rata 30-40 km/jam ini membuat kebiasaan Mike berubah. Dia yang sebelumnya terbiasa berkendara dengan motor besar dan menjadi penyalip, kini lebih sering melihat ke spion untuk memberi jalan pada kendaraan lain. Ambisi untuk melihat jalanan yang kosong dengan menjadi yang terdepan tidak bisa didapatkannya ketika menunggangi skuter. Namun, dengan kecepatan itu, kendaraan lain yang lewat akan meninggalkan Mike jauh di belakang, membuat Mike dapat melihat jalanan yang kosong tanpa menyalip siapapun. Slow is the new fast!

Untuk masalah waktu, berkendara dengan skuter memang memakan waktu dua kali lebih lama dibanding menggunakan motor besar. Hal itu tentu menguji kesabaran mental. Positifnya, Mike jadi memiliki banyak kesempatan untuk melihat pemandangan di sekeliling area dua kali lebih banyak. Setelah bertemu dengan banyak pengendara motor berpengalaman dan memperlihatkan hasil foto Mike sepanjang perjalanannya, ada banyak spot tidak pernah sadari para pengendara motor lain ketika melewati area tersebut karena memacu motornya dengan kecepatan tinggi.

Honda Ruckus yang beratnya hanya 200 lbs dan memiliki ban yang lebar merupakan nilai lebih. Ruckus dapat dengan mudah melakukan manuver ke berbagai tempat, hal yang tidak semua sepeda motor besar dapat lakukan. Parit di pinggir jalan dan gorong-gorong menjadi tempat yang pas untuk mengambil foto atau sekedar istirahat untuk makan snack. Parkir di jalanan perkotaan pun mudah, tinggal menariknya ke pinggir jalan dan memakaikan gembok sepeda. Mencuri waktu untuk berkemah juga jadi lebih mudah karena Ruckus dapat dikendarai melewati hutan, menaikkannya ke atas kayu atau menyembunyikannya di balik pohon. Dengan ukurannya yang mini, Ruckus bahkan bisa disembunyikan dibawah kantung tidur Mike ketika hujan lebat. Kesenangan berkendara dengan skuter mengubah perilaku berkendara Mike dari yang menantang adrenalin dan berusaha terus mempercepat langkah, menjadi berkendara penuh ketenangan dengan memandang dan menghirup udara sepanjang perjalanan yang memang layak untuk dinikmati.

Mike yang memilih untuk naik skuter, bukannya naik sepeda motor pada umumnya, membuat banyak orang penasaran dan mengajaknya mengobrol. Mike pun menjelaskan bahwa dirinya karena dia sadar bahwa apapun bisa terjadi di jalan. Dengan motor kecil, dia bisa memperbaikinya sendiri di tepi jalan. Honda Ruckus yang dinamainya La Tortuga juga hemat dalam mengonsumsi bahan bakar, mencapai 42,5 km/liter. Hal ini tentu sangat membantu penghematan yang dilakukan Mike sepanjang perjalanan.

Selain memilih motor kecil untuk menemani petualangan besarnya, Mike melakukan penghematan dengan membawa tenda bersamanya untuk tidur di malam hari, menangkap ikan dan memasaknya sendiri untuk makan. Peralatan yang Mike bawa antara lain peralatan berkemah, makanan, air, baju, perlengkapan memasak, spareparts motor, bensin, dan bear spray untuk menjaga keselamatannya dari beruang (Mike pernah melihat beruang hitam dan beruang grizzlies di perjalanannya).

Mike banyak bertemu orang-orang baik yang menawarkannya makan malam dan tempat tidur. Sebagai balasan, Mike dengan senang hati menawarkan bantuan, termasuk menggembalakan ternak. Menurut Mike, penampilan Honda Ruckus yang unik menjadi salah satu alasan mengapa dia banyak menerima bantuan. Mike tidak yakin dia akan diajak ke banyak rumah warga untuk makan dan menginap jika dia berkelana menggunakan sepeda motor pada umumnya.
Perjanan panjang yang memakan waktu lebih dari 1 tahun (dari Mei 2014 hingga September 2015) itu menjadi perjalanan mengesankan yang membuat siapapun yang mendengar cerita Mike iri. Di usia yang masih 31 tahun, Mike telah melihat berbagai pemandangan di sisi negeri, bertemu banyak orang, mencicipi berbagai macam makanan, dan melihat aneka ragam budaya.

Pengembaraan panjang yang dilakukan Mike tentunya merupakan keputusan besar. Ketika sebagian besar orang akan memilih menunggu hingga berusia lebih dari 60 tahun untuk melakukan perjalanan gila itu karena mempertimbangkan masalah waktu, pekerjaan, keluarga, dan uang, Mike memilih untuk mewujudkan mimpinya di usia 29 tahun. Pria yang sebelumnya bekerja sebagai cartographer mengatakan bahwa dia menabung dan hidup dengan gaya hidup yang sangat sederhana selama dua tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan tersebut. Ketika ditanya apa Mike puas dengan keputusannya? Dia sangat puas.

Mike belajar bahwa kunci dari traveling dan hidup di jalan adalah dengan mengambil sebanyak mungkin waktu untuk melakukannya. Jika traveling yang dilakukan berada dibawah tekanan untuk segera kembali ke keluarga atau pekerjaan, akan sangat sulit untuk mengatakan bahwa “Aku akan menghabiskan waktu satu minggu lagi disini” untuk membaca lebih banyak batu bersejarah, melakukan percakapan akrab dengan orang asing, merasakan makanan baru dan budaya baru.

Untuk semua to-be-travelers, Mike memiliki beberapa nasihat. Menurut Mike, pekerjaan, biaya rumah tangga, komitmen keluarga, atau kombinasi dari itu semua memang membuat traveling terlihat tidak realistis dan tidak bisa dilakukan. Mike menyarankan kita untuk membuat perencanaan, menuliskan sebuah tujuan, dan mulai membangun langkah-langkah untuk mewujudkan tujuan itu. Dengan memotong biaya perjalanan yang tinggi, perjalanan yang epic itu tidak harus menunggu hingga pensiun atau hingga dompet tebal. Berkemahlah, daripada tidur di kamar hotel. Masaklah makanan sendiri daripada berhenti untuk makan di tempat makan yang ada di minimarket. Gunakan metode yang hemat biaya ketika melakukan perjalanan (bus, sepeda, scooter). Semua itu bisa membuat perjalanan lebih mudah. Menurut Mike, bagian tersulit dari sebagian besar perjalanan itu adalah momen ketika roda itu berputar dan mendadak semua tanggungan hidup hilang di belakang kita.

Nah, sudah siap untuk menciptakan kisah perjalanan Anda sendiri dengan skuter kesayangan? (DNA)

Baca Juga

Leave A Comment