Ulasan Africa Twin 2016, Motor ADV Baru dari Honda

Adventure Bike  Segmen petualang adalah salah satu yang berkembang pesat di industri sepeda motor dan paling kompetitif dimana para produsen utama telah menciptakan motor besar untuk pangsa pasar yang khusus. BMW secara tradisi memiliki ruang ini, dengan seri GS1200-nya dan mengklaim sebagai brand yang sekarang ini mendominasi di Amerika dan seluruh dunia yang penjualannya melebihi produk lain. Tetapi Adventure dari KTM, Multistarda dari Ducati, Super Tenere dari Yamaha, Tiger Explorer dari Triump, V-Strom dari Honda dan Versys dari Kawasaki telah mengambil pangsa ini.

Honda, perusahaan sepeda motor terbesar di dunia, belum menjadi pemain pada segmen pasar ini. Sejak mempensiunkan motor touring yang sukses Translap, perusahaan raksasa Jepang ini telah mengamati bagaimana para pengendara di Amerika semakin tertarik pada kendaraan jenis ini.
Sampai sekarang setelah lamanya penundaan dan banyaknya ekspetasi, Honda akhirnya telah meluncurkan Africa Twin. Setelah seminggu menaiki sepeda motor ini, saya menilai memang sepeda motor ini layak ditunggu-tunggu.

Africa Twin, yang juga dikenal sebagai CRF1000L, adalah mesin yang digemari dan mudah dikendarai. Dibuat dan dirancang dengan sangat baik, Africa Twin memiliki performa yang ramping dan beratnya kurang jauh dari 511 pound – dengan tanki bahan bakar penuh 4.9 galon (sebagai perbandingan, BMWR1200 GSA berbobot 565 pound dengan tanki bahan bakar penuh 8 galon). Posisi duduk tegak, tuas kemudi yang lebar dan suspensi travel yang panjang akan mampu membuat nyaman siapa saja yang menyukai motor off-road. Tempat duduknya yang kecil justru membuat nyaman. Pertama kali saya mengendarai motor ini, dan saya mengendarainya selama 5 jam, saya tidak mengalami kelelahan duduk (pantat saya tidak merasa capek).

Materi media Honda mengklaim Africa Twin sebagai operator off-road yang mumpuni, dan juga sebagai road bike yang handal. Windscreennya efektif dan memberikan kesan rapi saat melaju di jalan tol – bahkan mampu menjaga badan saya tetap kering saat badai hujan singkat. Africa Twin tidak hanya melaju cepat menembus lembah namun juga melaju stabil di jalan tol. Saya tidak mengetahui hal ini berdasar pengalaman pribadi, namun saya berani bertaruh bahwa Africa Twin tidak akan selip atau jatuh pada kecepatan 90 mil per jam. Salah satu atribut utama Africa twin adalah DCT-nya atau Dual Clutch Transmission yang otomatis. Tanpa menggunakan tuas kopling dan tuas ganti persneleng, sistem DCT yang digunakan membuat motor Africa Twin mampu melaju lalu berhenti, di starter lagi dan melaju kencang dengan 6-speed gearbox tanpa menggunakan tangan kiri atau kaki kiri Anda, seperti yang Anda biasanya harus lakukan saat mengendarai skuter atau mungkin Honda CTX700, saat dimana saya pertama kali menjumpai teknologi semacam ini.

Pada 15 menit pertama mengendarai Africa Twin, saya mengalami diorientasi ini. Namun ketika saya sudah mulai terbiasa, dan tidak memikirkan hal itu lagi, kecuali membayangkan bagaimana fitur ini akan sangat bermanfaat, di medan off-road, terjebak pada pasir yang dalam, saat mencoba menaiki bukit, dan sangat menyenangkan rasanya dengan 2 kaki saya tetap berada di tanah dan kedua tangan memegang erat kedua tuas kemudi. DCT adalah opsi pada Twin berharga $800 yang mengusung transmisi tradisional (Honda mengharapkan bisa mengambil pangsa sampai sekitar 45%). DCT juga menawarkan paddle-shift untuk lebih memberi kesan motor petualang. Saya mengandalkan ini saat pindah turun gigi supaya mesin bisa mengerem saat berbelok – satu-satunya hal dimana menurut saya seharusnya DCT bisa melakukannya dengan lebih baik.

Saya tidak mendapat banyak kesempatan untuk mengendari Africa Twin di medan off-road. Namun saya sempat untuk sedikit berkendara di jalanan luar kota dan juga mengendarai Africa Twin ini di padang golf – ini pertama kali saya naik motor di medan semacam ini. Menurut saya, disamping moniker CRF1000L yang menghubungkan Africa Twin dengan motor off-road yang sudah siap CRF250X dan R, dan CRF450X dan R, Africa Twin ini lebih merupakan jenis road bike daripada dirt bike.
Ban knobby dan suspense yang bisa disesuaikan mungkin akan mengubah pandangan saya akan hal tersebut. Pengulas motor yang lain mungkin menilai motor ini cukup cocok untuk untuk jalanan yang bergelombang.

Cycle World mengangkat Africa Twin ini sebagai Adventure Bike of the Year 2016 dan Editor in Chief Mark Hoyer member nilai tinggi untuk mesinnya. “Honda mempunyai reputasi yang baik untuk kesempurnaan dan ketangguhan teknis – 2 hal yang penting bagi para pengendara petualang,” katanya. “Anda akan merasakan bahwa Anda akan sampai kemanapun tujuan Anda, apapun yang terjadi.” Saya harus mencari kekurangan-kekurangan dari motor ini karena itu adalah bagian dari pekerjaan saya. Meskipun itu tidak mudah. Saya kurang menyukai windscreennya yang tidak bisa disesuaikan karena bagi saya ukuran tingginya tidak sesuai dengan tinggi badan saya. Juga kunci disalah satu tas sampingnya (side bag) terasa kurang kuat untuk menahan goncangan-goncangan di jalanan off-road. Disamping itu, tas sampingnya hanya bisa dibuka ketika tidak terkunci dan harus dibuka dengan memasukkan anak kunci. Artinya kedua tas samping tersebut tidak bisa dibuka pada saat yang bersamaan.

Saya juga berharap motor ini dilengkapi dengan tempat menyimpan helm (meskipun helm full-face pas diletakkan di pannier sebelah kiri) dan juga dilengkapi dengan lampu belok yang bisa dibatalkan secara otomatis – 2 hal yang wajib ada pada tiap sepeda motor. Africa Twin dilengkapi dengan fitur-fitur yang menarik, seperti velg jari-jari, tempat duduk yang bisa disesuaikan – posisi standar adalah 33.5 inches – dan tombol untuk mengubah mode berkendara dan tombol untuk menyalakan / mematikan ABS dan kontrol traksi dengan cepat. Namun hal-hal yang diharapkan oleh para pengendara tersedia di motor ini ternyata disajikan sebagai opsi, seperti center stand, heated grips (tuas kemudi yang bisa member kehangatan pada tangan pengendara), side pannier (pannier samping) dan top box, dan windscreen yang lebih tinggi.

Tambahan-tambahan tersebut akan sedikit menguras kantong Anda – sekitar $850 untuk side dan top bags, dan $199 untuk center stand. Tetapi BMW GS yang baru, KTM Adventure atau Ducati Multistrada Enduro harganya mencapai $19.000 bahkan jauh lebih mahal lagi, sudah termasuk semua opsi-opsi tersebut. Executive Honda, Jon Seidel, mengatakan bahwa harga tersebut adalah tawaran yang kuat untuk mengembangkan Africa Twin. “Kami melihat segmen ini meningkat, dan kami berupaya untuk memenangkan segmen ini sesegera mungkin,” katanya. “Dan kami dikagetkan dengan target MSRP.”
Hal itu karena Africa Twin diposisikan sebagai motor alternatif yang lebih terjangkau dari motor-motor Eropa yang lebih mahal. Harganya ditawarkan mulai $12,999. Dengan kisaran harga tersebut dan dilengkapi dengan atribut-atribut yang menarik, motor ini akan lebih banyak terjual.

Oleh Charles Flemming, 9 September 2016
http://www.latimes.com

Baca Juga

Comments are closed.