Letih Berkendara  Lima dari enam kecelakaan mobil dipicu oleh keletihan pengendara. Hal itu mungkin tidak berlaku untuk kecelakaan sepeda motor, tapi faktor ini jelas jadi masalah untuk para pengendara motor yang melakukan perjalanan 3 hari atau lebih. Keletihan adalah masalah yang perlu dipertimbangkan dan diantisipasi, dan jika Anda berkendara bersama banyak orang, hal ini perlu masuk dalam rencana perjalanan Anda. Satu pengendara dengan pengendara lain memiliki kebutuhan akan istirahat yang berbeda. Jika ingin perjalanan Anda berjalan lancar dan aman, semua anggota kelompok harus mau menyesuaikan satu sama lain. Untuk menghindari kejadian tak diinginkan, kenali 6 Faktor yang Pengaruhi Keletihan Anda Saat Berkendara berikut.

1. Kurang Istirahat
Tidur yang cukup agak sulit dilakukan menjelang dan saat menjalani trip beberapa hari. Pikiran tentang barang apa saja yang perlu dibawa seringkali mengganggu ketika Anda akan beranjak tidur sebelum keberangkatan. Jika Anda melakukan perjalanan di pagi hari, maka bisa dipastikan waktu tidur Anda akan jauh berkurang. Anda mungkin berpikir bahwa tertidur saat menyetir motor adalah hal yang mustahil, tapi toh tidak sedikit pengendara yang mengalaminya; tertidur saat berkendara dan bangun saat terantuk kerikil- atau saat sudah berada di rumah sakit. Kebanyakan mengatakan mereka tidak sadar bahwa dirinya kelelahan. Karena alasan itulah, jika memang Anda membiarkan diri untuk tidur larut, sebaiknya Anda tidak sedang dalam kondisi mengatur waktu keberangkatan perjalanan. Itu agar waktu istirahat Anda terpenuhi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa manusia akan mengalami “masa letih” setiap 12 jam, kebanyakan berada antara jam 3 dan 5 (pagi maupun sore). Anda dapat merencanakan untuk tiba di destinasi pada jam-jam tersebut, atau berhenti sejenak untuk makan. Jika perlu, ambil waktu sehari penuh untuk bersantai dan mengambil waktu tidur yang sebelumnya tidak bisa Anda dapatkan. Kopi atau minuman soda dapat meningkatkan kewaspadaan anda untuk beberapa saat. Tapi keduanya tidak lebih baik dan tidak bisa menjadi pengganti jam istirahat yang kurang.

2. Persiapan Fisik
Jika Anda bukan orang yang berkendara motor tiap hari atau berkendara selama lebih dari tiga jam di akhir pekan, kemungkinan kemampuan beradaptasi tubuh dengan motor Anda bisa dipastikan sangat rendah. Tubuh akan mudah sekali lelah. Setelah berkendara penuh selama 1-2 hari, rasa lelah akan memberitahu Anda otot-otot mana yang selalu Anda gunakan kala berkendara. Anda bisa mengurangi ketidaknyamanan ini dengan mengatur kembali posisi tempat duduk sepeda motor Anda. Solusi lain adalah dengan memberi cukup waktu pada tubuh Anda untuk beradaptasi dengan sepeda motor. Ambil waktu untuk beristirahat setiap 1-2 jam, terutama pada perjalanan jauh Anda yang pertama, hal ini akan sangat membantu.

3. Atribut yang Tidak Tepat
Paparan angin dan sinar matahari yang lebih dari biasanya saat berkendara dapat membuat Anda lebih letih. Berkendara dengan kaos oblong dan helm terbuka mungkin terlihat sebagai cara terbaik untuk menghadapi panas yang berlebih, tapi sebenarnya tidak lebih baik jika dibandingkan dengan berkendara menggunakan jaket dan helm tertutup yang melindungi wajah Anda dari terpaan angin. Hal ini karena cairan keringat dapat bertahan di permukaan kulit dan mendinginkan suhu tubuh bagian luar Anda. Dengan berkendara menggunakan atribut yang menutup sebagian besar tubuh, Anda akan mengurangi paparan angin dan panas matahari langsung, sehingga efek letih yang mereka sebabkan dapat berkurang secara signifikan.

Kewaspadaan Berkendara Turunkan Resiko Kecelakaan Sampai 50%

4. Gangguan Pendengaran
Suara angin (dan suara nafas Anda) yang bising bukan hanya akan mengganggu pendengaran Anda, tapi juga akan membuat letih datang lebih cepat. Efek itu akan makin membuat tak nyaman saat Anda tidak menggunakan helm tertutup. Helm tertutup sekalipun tak mampu menghilangkan kebisingan itu secara total. Karena itu sebaiknya Anda pun menggunakan juga penyumbat telinga, seperti saat malam hari ketika Anda beranjak tidur dengan nyaman dan rileks.

5. Gangguan Penglihatan
Gangguan penglihatan dapat menjadi faktor yang dapat memicu keletihan dalam perjalanan Anda. Gangguan atau masalah pada atribut pada bagian atas misalnya pelindung dada, pelindung wajah dan kacamata hitam dapat mengganggu fokus dan konsentrasi mengemudi selama perjalanan. Biasanya Anda akan mengalami sakit kepala berlebih setelah perjalanan. Segera ganti atribut berkendara tersebut dengan yang baru atau lebih dulu mengeceknya sebelum berangkat.

6. Diet dan Olahraga
Diet dan olahraga yang cukup adalah kunci agar tubuh tetap fit saat menempuh perjalanan jauh. Keduanya dapat meningkatkan energi tubuh sehingga membantu Anda mengurangi letih. Selain itu, konsumsilah air putih yang cukup, mengingat jumlah cairan tubuh yang akan menguap akibat terpaan angin saat berkendara tidaklah sedikit. Jumlah air yang Anda minum tidak cukup banyak jika Anda tidak buang air kecil setiap 30 menit.

Menekan keletihan tubuh memberi manfaat lebih pada keselamatan berkendara. Jika Anda tetap fit dan waspada, berkendara tentu akan jadi lebih menyenangkan. Selamat berkendara. (DNA)

sumber: http://www.motorcyclecruiser.com

Baca Juga

Leave A Comment