11 Mitos Berkendara Motor Besar

Mitos Berkendara Jika kita berbicara dengan sekelompok pengendara seputar kecelakaan dan keselamatan berkendara, Anda pasti akan mendengar beberapa kesalahpahaman yang lazim, asumsi yang salah, dan penjelasan logis yang ternyata keliru ketika Anda benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Oleh : Art Friedman 28 Juni 2016

Ketika mendengar kata Bike Safety mungkin Anda tahu maksudnya, atau mungkin Anda telah mendengar beberapa mitos yang sering dikatakan berulang kali oleh mereka yang Anda hormati karena keahliannya dan Anda menilai mungkin itu benar. Dan sayangnya, ada banyak pengendara yang mempercayai mitos-mitos tersebut. Kami ingin menjelaskan kesalahan-kesalahan ini supaya pengendara memiliki informasi yang tepat, dan juga tidak memberi informasi yang salah kepada pengendara lain yang meminta nasihat. Berikut adalah mitos yang paling sering kita dengar: 

Jika Anda Akan Menabrak, Miringkan Motor

Sepertinya kalimat diatas diungkapkan oleh pengendara untuk menjelaskan mengapa mereka akhirnya jatuh ke samping saat mencoba menghindari tabrakan. Ini dikarenakan terlalu mengerem atau sebaliknya karena kehilangan kendali; yang kemudian dikatakan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja. Anda bisa membatalkan untuk menambah kecepatan sebelum tabrakan dengan melakukan pengereman yang efektif atau Anda akan meluncur dengan pantat Anda di jalan. Dan jika Anda masih berada di atas sepeda motor, Anda mungkin akan terlempar ke atas mobil yang bertabrakan dengan sepeda motor Anda, menghindari benturan dengan tubuh Anda. Jika Anda meluncur di jalan ke arah mobil, yang akan terjadi adalah Anda akan terhenti seketika akibat berbenturan dengan mobil atau Anda akan terjepit di bawah mobil. Ingat bahwa ungkapan “miringkan motor untuk menghindari tabrakan” adalah sebuah fakta kontradiktif.

Pengemudi Lain Tidak Peduli Pada Pengendara

Pengemudi yang lain bukannya ingin menabrak Anda, tetapi kadang-kadang mereka tidak melihat Anda bahkan saat Anda tepat di depan mereka, Anda bisa sama sekali tidak terlihat karena sinar yang terlalu terang (nyentrong), atau karena hal-hal lain di jalan, atau karena pilar atap mobil. Tentu saja, tidak semua pengemudi memikirkan sepeda motor dan berusaha mencarinya.

Supaya Anda semakin terlihat, gunakan warna yang terang khususnya helm dan jaket. Nyalakan lampu saat siang hari. Perhatikan benda-benda yang bisa membuat pengemudi lain tidak bisa tidak bisa melihat Anda, seperti matahari di belakang Anda atau tiang-tiang di pinggir jalan yang berjejer searah pandangan pengemudi lain ke Anda.

Knalpot yang Berbunyi Keras Bisa Menyelamatkan Anda

Ya, ada beberapa situasi di mana bunyi yang keras dapat membantu pengemudi lain memperhatikan Anda, seperti saat Anda tepat di sebelah seeseorang yang hendak berpindah lajur jalan. Namun, bunyi keras tersebut tidak akan menolong banyak dalam situas-situasi berbahaya seperti misalnya ada mobil yang tiba-tiba berbelok di depan Anda. Mungkin hal ini disebabkan oleh kelelahan karena bunyi keras sepeda motor tadi, mungkin ulah pengendara sepeda motor dengan bunyi keras tersebut dianggap sudah sangat menjengkelkan dan mengganggu sehingga menyebabkan mereka melakukan tindakan agresif tersebut. Apa pun alasannya, penelitian menunjukkan bahwa sepeda motor dengan sistem pembuangan yang dimodifikasi menyebabkan lebih sering terjadinya kecelakaan dibandingkan dengan sepeda motor dengan knalpot biasa. Jika Anda benar-benar ingin selamat, lebih baik memakai helm atau jaket yang berwarna terang yang telah terbukti mampu menyelamatkan hidup pengendara.

Helm Mematahkan Leher

Tampaknya logis – karena helm memberi beban lebih di ujung leher dan ketika Anda terlempar dari sepeda motor beban ekstra tadi akan memberi tekanan lebih pada leher. Padahal bukan seperti itu faktanya. Kemampuan menyerap energi dari helm juga akan menyerap energi yang menyebabkan leher patah saat terjadi benturan. Hasil studi menunjukkan bahwa pengendara yang menggunakan helm akan mengalami sedikit cedera leher pada saat terjadi benturan atau kecelakaan.

Helm Menghalangi Anda untuk Melihat atau Mendengar Adanya Bahaya

Satu hal yang Anda pelajari saat membaca hasil penelitian adalah bahwa pengendara yang memakai helm lebih jarang mengalami kecelakaan daripada mereka yang tidak memakai helm. Mungkin itu terjadi karena mereka yang memakai helm memiliki sikap berkendara yang lebih baik atau realistis. Mungkin karena memakai helm menjadi semacam pengingat bahwa berkendara bisa menjadi berbahaya dan tindakan itu membuat kita berpikir secara benar. Mungkin karena helm memberikan perlindungan mata dan menahan suara angin sehingga Anda dapat benar-benar melihat dan mendengar dengan lebih baik. Apa pun alasannya, memakai helm jelas mengurangi resiko Anda mengalami kecelakaan.

Di Banyak Kecelakaan Helm Tidak Banyak Membantu

Orang-orang menilai kecepatan yang digunakan dalam pengujian helm itu berdampak rendah dan menganggap bahwa jika kecepatannya lebih dari itu, pemakaian helm tidak ada gunanya. Hal itu mengabaikan beberapa fakta penting: 1) Sebagian besar kecelakaan terjadi pada kecepatan yang relatif rendah; 2) Sebagian besar dampak energi adalah vertikal – jarak antara kepala Anda jatuh sampai membentur; 3) Helm (atau setidaknya helm yang memenuhi standar DOT) melakukan aksi penyelamatan yang spektakuler pada dampak benturan pada laju yang jauh lebih cepat daripada laju kecepatan saat pengujian helm; 4) Ketika seorang pengendara yang memakai helm menderita cedera kepala yang fatal, jarang terjadi, karena akibat benturan yang sangat keras sehingga dia bisa mengalami cedera fatal lainnya; 5) Data statistik menunjukkan bahwa pengendara yang memakai helm akan jauh lebih aman daripada mereka yang tidak memakai helm saat terjadi kecelakaan.

Helm Akan Membuat Anda Hanya Mengalami Kerusakan Otak Pada Saat Anda Dinyatakan Seharusnya Sudah Meninggal

Hal ini sangat mungkin terjadi – Helm yang dipakai akan mampu mengurangi resiko kematian meskipun tidak mampu mencegah cedera-cedera lainnya terjadi. Tapi itu jarang terjadi, dan jika Anda menabrak begitu keras, bisa jadi Anda akan mengalami akibat fatal karena cedera yang lain. Sebenarnya pengendara yang tidak memakai helm yang sangat mungkin akan mengalami cedera fatal akibat tabrakan yang tidak terlalu keras yang sebenarnya tidak akan mengakibatkan cedara apapun selain egonya jika saja dia mau memakai helm.

Pengendara yang Terampil Akan Mampu Mengatasi Hampir Situasi Apapun

Bahkan pengendara yang paling terampil di dunia pun akan mengalami kesulitan saat sebuah mobil tiba-tiba berbelok atau minggir dan berhenti di lajur jalannya. Menganggap bahwa ketrampilan mengendara Anda yang mumpuni mampu menjauhkan Anda dari situasi ini sulit ini adalah mimpi. Seberapa terampilpun Anda, sebaiknya Anda menghindari situasi yang bisa berubah menjadi buruk, dan selalu siap untuk situasi terburuk.

Satu Botol/Gelas Bir Tidak Akan Mencelakai Anda

Mungkin tidak akan mencelakai Anda saat Anda meminumnya, namun jika Anda naik sepeda motor setelah minum bir, Anda sendiri bisa celaka dan juga orang lain. Tidak peduli seberapa besar Anda yakin bahwa minum bir tidak mempengaruhi Anda, namun semua mengatakan bahwa naik motor setelah minum bir meningkatkan resiko kecelakaan bagi Anda dan juga orang lain.

Lebih Baik Untuk Tetap di Lajur Anda

Di sebagian besar dunia, sepeda motor sering berada diantara dua lajur jalan pada saat lalu lintas padat. Di Amerika orang sering mengangap bahwa berada di diantara dua lajur itu gila. Tetapi jika benar-benar dipelajari, seperti di California di mana berada diantara dua lajur itu dilegalkan, berada diantara dua lajur itu sebenarnya lebih aman daripada berada tetap berada di lajur yang sama pada saat lalu lintas padat. Namun masih saja ada pengendara yang mencemooh pengendara yang berada di antara dua lajur ini, padahal harusnya justru mereka mendukung.

Aku Lebih Aman berkendara di Jalan Biasa dari pada di Jalan Tol

Pendapat yang selama ini dipercaya adalah melaju lebih lambat itu lebih aman. Namun itu tidak selalu setelah sebuah kecelakaan terjadi. Jalan yang didesain untuk melaju cepat namun aman dan terkendali pada dasarnya lebih aman karena lalu lintas berjalan searahdan tidak ada kecil untuk begitu saja masuk ke akses jalan tol dimana tiba-tiba seseorang menyelonong ke lajur jalan, tidak ada pejalan kaki, dan sedikit rintangan-rintangan di sisi jalan yang bisa saja tertabrak saat mulai melaju di jalan. Melaju di jalan dengan kecepatan 70 mph bersebelahan dengan truk besar bisa terasa mengkawatirkan dan berbahaya. Namun sebenarnya justru lebih aman dari pada melaju dengan kecepatan separuhnya di jalanan kota ataupun di desa. (DNA)

Baca Juga

Leave A Comment